"Hari ini kami telah menyiapkan satu tim relawan untuk membantu korban di Jepang. Hanya saja kita semua bisa berbuat apabila sudah mendapat persetujuan dari tuan rumah dalam hal ini Jepang dan Federasi Palang Merah Internasional dan Federasi Bulan Sabit Merah Internasional," ujar Sekretaris Jenderal PMI Budi A Adiputro dalam jumpa pers di Kantor PMI Pusat Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (13/3/2011).
Selagi menunggu persetujuan dari pemerintah Jepang, PMI juga akan mencoba berkoordinasi dengan pemerintah dalam hal ini Menko Kesra dan BPBN yang pastinya akan memberikan bantuan atas nama Indonesia. Cara lain yang juga dilakukan PMI adalah melalui Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melakukan koordinasi langsung dengan Palang Merah milik Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menjelaskan, tidak ada alasan khusus kenapa Jepang hingga saat ini belum membuka bantuan internasional. Dia yakin, Jepang tentunya ingin mengoptimalkan kerja pemerintahan mereka dalam hal penanggulangan bencana.
"Saya yakin mereka belum membuka diri bukan berarti sombong, tentunya mereka ingin mengoptimalkan kemampuan mereka sendiri dulu. Dan pastinya begitu terbuka PMI tidak akan ketinggalan momentum itu," jelasnya.
Tim relawan ini berjumlah 10-20 orang. Tim terdiri dari orang-orang yang ahli dan cukup pengalaman dalam penanggulangan bencana.
"Tim ini sudah kita persiapkan. Diharapkan Senin (14/3) besok data-data yang diperlukan sudah lengkap. Sehingga tim ini siap bergabung baik dengan negara maupun bergabung dengan federasi Palang Merah Internasional," jelas pria berkacamata ini.
Selain akan mengirimkan tim relawan, PMI telah menyiapkan posko informasi untuk menerima keluhan dari masyarakat Indonesia yang memiliki keluarga di Jepang namun hingga saat ini belum bisa dihubungi.
"Keluhan tersebut bisa disampaikan dengan menghubungi 021-7992325 ext 401. Kita akan tampung semua keluhan dan akan kita teruskan pastinya," ujar Budi.
(lia/nrl)











































