Pemerintah Jepang Selidiki Kematian 2 Wartawannya di Irak

Pemerintah Jepang Selidiki Kematian 2 Wartawannya di Irak

- detikNews
Sabtu, 29 Mei 2004 12:57 WIB
Jakarta - Pejabat-pejabat pemerintah Jepang masih berusaha memastikan kemungkinan tewasnya dua wartawan Jepang di Irak. Otoritas Jepang masih harus menyelidiki apakah dua jenazah yang ditemukan di sebuah rumah sakit Irak adalah milik dua jurnalis Jepang, yang diserang sekelompok bersenjata di dekat ibukota Baghdad.Kedua wartawan yang dinyatakan hilang itu masing-masing Shinsuke Hashida, 61, dan keponakannya, Kotaro Ogawa, 33. Keduanya diyakini terjebak di dalam mobil yang terbakar dan meledak setelah ditembaki penyerang tak dikenal di dekat Mahmoudiyah, sebelah selatan Baghdad, Jumat (28/5/2004) waktu setempat.Supir dan penterjemah asal Irak yang ikut bersama mereka mengalami luka-luka, namun selamat dari serangan itu. Dua mayat yang sudah hancur sehingga sulit dikenali kemudian dibawa ke rumah sakit di Mahmoudiyah.Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Jepang, seperti dilansir kantor berita Associated Press (AP), Sabtu (29/5/2004). Kemungkinan besar dua jenazah tersebut adalah warga Jepang tadi.Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi menyatakan, jasad tersebut belum positif diidentifikasi sebagai dua wartawan Jepang yang hilang. Namun diakuinya, bahwa situasinya mengkhawatirkan."Ini memalukan," cetus Koizumi kepada wartawan di ibukota Tokyo. "Kami telah mengingatkan orang-orang untuk menjauh dari Irak," tegas pemimpin negeri Sakura itu.Pemerintah Tokyo baru saja mengirimkan pakar-pakar forensik ke Baghdad untuk mengidentifikasi jenazah-jenazah itu. Demikian dilaporkan NHK.Serangan ini terjadi menyusul penculikan lima warga sipil Jepang oleh kelompok bersenjata Irak, April lalu. Mereka semua dibebaskan penculik dalam waktu seminggu. (ita/)


Berita Terkait