"Saya ingatkan evaluasi kabinet ini belum final, masih mungkin adanya reshuffle kabinet," ujar Ruhut kepada detikcom, Minggu (13/3/2011).
Ruhut mengingatkan dua partai yang melanggar kontrak koalisi yakni Golkar dan PKS untuk jangan senang dulu. Kemungkinan besar, menurut Ruhut, kedua partai ini akan kehilangan menterinya di kabinet.
"Golkar dan PKS masih bisa kena reshuffle kabinet. Posisi mereka belum aman, makanya jangan tertawa dulu," ancam Ruhut.
Reshuffle kabinet, menurut Ruhut jelas akan merugikan kedua partai ini. Apalagi kedua partai selama ini menikmati jatah menteri di kabinet dalam jumlah cukup banyak.
"Kalau nambah menteri tidak mungkin, pasti kurang," tutur Ruhut.
Karenanya, Ruhut mengimbau Golkar dan PKS untuk tidak bersuara keras setelah evaluasi kabinet dilakukan. Kedua partai juga diminta lebih taat terhadap kontrak politik yang telah disepakati.
"Ingatlah kontrak koalisi yang sudah disepakati. Berada di pemerintahan itu enak loh," tutupnya.
(van/van)











































