"Malam ini keadaan di Oarai mulai agak tenang karena gempa mulai jarang terjadi. WNI yang mengungsi di Gereja GIII Oarai mendirikan posko dan dapur umum untuk melayani sekitar 50-an orang dewasa dan 20-an anak-anak yang mengungsi," kata salah seorang warga negara Indonesia yang berada di Kota Oarai, Sterly Makalew, lewat surat elektronik yang dikirimkan kepada detikcom, Sabtu (12/3/2011).
Menurut Sterly, hubungan dengan KBRI baru bisa dilakukan beberapa saat lalu. Sebab jaringan telekomunikasi di Jepang terputus paska tsunami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu WNI yang bisa memasak membuat stok makanan untuk WNI yang mengungsi. Mereka tampak akrab seperti berada di kampung halaman Indonesia.
"Dengan peralatan dan stock makanan seadanya kami bahu membahu menyiapkan makanan untuk seluruh WNI yang mengungsi," tutupnya.
(van/van)











































