"Bapak Presiden beberapa waktu lalu telah meminta Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa untuk berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Jepang menyatakan kesiapan Pemerintah RI dalam memberikan bantuan kemanusiaan atas bencana alam yang menimpa Jepang," ujar Juru Bicara Presiden SBY Bidang Dalam Negeri, Julian Aldrin Pasha, kepada detikcom, sabtu (12/3/2011).
Presiden SBY, menurut Julian, meyakini Pemerintah Jepang memiliki kemampuan dan sarana yang memadai guna merehabilitasi pasca bencana. Namun tawaran ini dimaksudkan untuk menolong negara tetangga sebagai bentuk kepedulian Indonesia kepada negara-negara sahabat yang sedang dilanda musibah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
evakuasi maupun rekontruksi dan rehabilitasi," tutur Julian.
Presiden SBY melalui Menlu mempertanyakan secara langsung kepada Pemerintah Jepang terkait bantuan yang diperlukan. Diharapkan bantuan yang dikirim tepat guna.
"Kita tanyakan apa yang masih dibutuhkan agar bantuannya tidak overlapping. Presiden, sekali lagi, menyatakan bahwa Pemerintah dan Rakyat Indonesia turut berduka dan simpati yang dalam terhadap masyarakat Jepang atas peristiwa bencana alam di Jepang," jelas Julian.
Presiden, menurut Julian, juga secara berkala menghubungi Dubes RI di Tokyo untuk mendapatkan update terakhir. Presiden berharap tidak ada WNI yang meninggal dalam bencana tsunami tersebut.
"Perhatian utama mengenai para WNI khususnya yang tinggal di Sendai dan sekitar lokasi bencana. Kondisinya memang sulit untuk sampai ke lokasi, jalur darat masih terputus. Semoga tidak ada korban jiwa," tandasnya.
(van/lh)










































