Demikian tanggapan Sekretaris Dewan Kehormatan PD, Amir Syarifuddin, mengenai 'teka-teki' evaluasi koalisi. Hal ini disampaikannya melalui telepon, Sabtu (12/3/2011).
"Sekarang ini adalah ujian yang menentukan masa depan PD. Saya termasuk kader tua yang mengimpikan semoga mereka yang muda-muda dapat lolos dari ujian berat seperti sekarang ini," ujar Amir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cibiran bukan saja datang dari politisi Golkar yang merasa sudah berada di atas angin sebab aksi mbalelonya dalam voting hak angket DPR untuk isu mafia pajak tidak berdampak apa-apa. Melainkan juga dari PKS yang menurut penilaian PD terlalu sering bermanuver politik yang melemahkan Setgab Koalisi dan wibawa pemerintahan SBY-Boediono, sama seperti Golkar.
"Itulah yang sangat mengusik dan membuat kader terkesan jadi gagap. Menyakitkan kalau kelompok pengganggu merasa menang dan dianakemaskan, sedangkan kelompok pendukung dan loyalis terkesan terpinggirkan. Ironis bahwa mereka yang terbukti paling rajin merongrong SBY tiba-tiba menjadi anak manis yang membela SBY habis habisan SBY," kata Amir.
Di sisi lain, mantan Sekjen PD ini melihat situasi demikian juga merupakan studi kasus penting bagi seluruh kader DP di semua tingkatan. Bila berhasil lulus dari kawah candradimuka ini, para kader muda PD akan menjadi politisi masa depan yang bermental baja.
"Maka perlu upaya penjelasan yang dapat diterima dan dimengerti oleh para kader demi pemulihan kepercayaan dirinya. Ini saat kebutuhan back-up itu diharapkan benar oleh kami dari seorang SBY," tegas Amir.
(lh/gah)











































