Mulai 30 Mei Mabes Polri Siaga I

Mulai 30 Mei Mabes Polri Siaga I

- detikNews
Sabtu, 29 Mei 2004 11:02 WIB
Jakarta - Mulai pukul 00:00 WIB tanggal 30 Mei 2004, Mabes Polri menetapkan Siaga I untuk jajaran kepolisian berkaitan dengan persiapan pengamanan pemilu presiden 2004.Sekitar dua per tiga seluruh kekuatan polisi sebagaimana pemilu legislatif sebelumya akan dikerahkan. Penetapan siaga satu akan berakhir setelah dicabutnya keputusan dari Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar. "Siaga I mulai diberlakukan pukul 00:00 WIB malam ini tetapi ini jangan dilihat sebagai ancaman keamanan. Siaga I merupakan prosedur biasa di mana kekuatan akan kita kerahkan jadi dua per tiga," kata Kepala bidang Pembinaan dan Keamanan Mabes Polri Komjen.Pol. Adang Dorojatun usai memimpin apel kesiapan pemilu presiden di Lapangan Bayangkara Jl.Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (29/5/2004).Apel diikuti ratusan anggota satuan kepolisian dari unit Serse, Intel, Brimob, Satwa, Polisi Air dan Udara, Kedokteran dan Kesehatan. Dijelaskan, pelaksanaan apel dilakukan berkaitan dengan kesiapan satuan-satuan di Mabes Polri yang sewaktu-waktu diperlukan daerah untuk menjadi back up.Menurut Adang, kemungkinan back up untuk pengamanan daerah bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Seperti halnya pada pelaksanaan pemilu legislatif ketika wilayah Jawa Barat meminta Mabes Polri mengirimkan bantuan atau cadangan ke Banten untuk pengamanan.Adang menilai, untuk pemilu presiden 2004 ancaman keamanan akan terlihat dari meningkatnya mobilitas massa atau peserta kampanye dari yang semula tersebar di 24 parpol kini menciut pada lima pasangan capres."Sejauh ini belum ada (ancaman), yang penting saya akan mendengarkan komuniti intelijen polisi dan negara, tapi sampai saat ini kita lihat tidak ada ancaman seperti itu. Tentunya masalah kewaspadaan tetap kita jadwal," ujar Adang ketika ditanya mengenai informasi intelijen dari sejumlah negara seperti AS, Kanada dan Australia yang mengeluarkan travel warning kepada warga negaranya di Indonesia berkaitan dengan ancaman teroris menjelang pemilihan presiden. (ir/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads