Lima Orang Ditemukan Tewas di Mobil Innova

Lima Orang Ditemukan Tewas di Mobil Innova

- detikNews
Sabtu, 12 Mar 2011 15:15 WIB
Jakarta - Lima orang dalam satu keluarga ditemukan warga tewas di dalam mobil kijang Innova. Polisi sedang menyelidiki penyebab kematian misterius itu. 

Nasib malang itu menimpa keluarga Juduanson Munte (36) bersama istrinya Derky (36) dan tiga orang anaknya, Riswan (7), Eko (5) Enot (3) warga Kecamatan Peranap Kab Kuansing, Riau. Kelima korban kini, Sabtu (12/03/2011) berada di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dilakukan visum.

Kelimanya terlihat terbujur kaku di ruang mayat. Belum dapat diketahui secara pasti penyebab kematian satu keluarga ini. Namun ada dugaan korban tewas kartena keracunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini melalui Kapolsek Singingi Hilir AKP Willy, kepada wartawan, bahwa satu keluarga ini awalnya ditemukan warga di jalan lintas Taluk Kuantan menuju Pekanbaru. Mobil kijang innova ini berhenti di pinggir jalan dalam keadaan mesin kendaraan tersebut mati.

Kondisi mobil parkir yang begitu lama membuat warga menaruh curiga. Lantas dilihat dari kaca, ada lima penumpang yang kondisinya tergeletak di dalam mobil dengan mulut berbusa. Dari sana warga melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.

"Setelah pihak kepolisian mencoba untuk melihat kondisinya, ternyata seluruh penumpang mobil tidak bernyawa lagi.  Dari sana pihak kepolisian mencari tahu keluarga terdekatnya. Setelah salah satu keluarga berhasil diberitahu, lantas korban dibawa pihak keluarganya ke RSUD Pekanbaru," kata Kapolsek Singingi Hilir.

Ketika dilakukan pemeriksaan di dalam mobil innova tersebut, pihak petugas menemukan jerigen yang berisikan bensin. Setidaknya di dalam mobil ini ada enam jerigen isi 10 liter yang berisikan premium. Selain itu masih ada lagi tiga jerigen isi 20 liter yang juga berisikan bensin. Sedangkan 5 jerigen isi 30 liter dalam keadaan kosong.

Sementara itu, menurut dokter spesialis Forensik RSUD, Dedi Afiandi, bahwa sampai hari ini pihak keluarga korban tidak ada yang setuju untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam lagi. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

"Untuk kesimpulan sementara ini, dugaan kematian satu keluarga ini akibat menghirup karbon monoksida (CO). Pemeriksaan luar, sama sekali tidak ada bekas tanda-tanda kekerasan," kata Dedi.



(cha/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads