"Plt-nya Taufik SH Msi, dia masih berasal dari Nusakambangan juga," ujar Kabiro Humas Kemenkum HAM, Martua Batubara saat dihubungi wartawan, Jumat (11/3/2011).
Menurut Martua, saat melakukan kunjungan ke Lapas Nusakambangan, Patrialis Akbar dengan didampingi oleh Irjen dan staf khusus telah meminta Kalapas segera diganti Plt. Ia menjelaskan hal ini perlu dilakukan supaya lapas dapat tetap berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Menkum HAM Patrialis mengatakan, keberadaan Plt menjadi sesuatu yang mendesak mengingat Kalapas Narkotika Nusakambangan Marwan Adli tengah berstatus sebagai terperiksa karena terlibat kasus narkoba di lapas yang dipimpinnya.
"Lapasnya kan tentu harus aman terlebih dahulu. Siapa dong nanti yang bertanggung jawab di sana kalau ada apa-apa di lapas tersebut," terang Patrialis kepada wartawan di kantornya Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2011).
Seperti diberitakan, BNN resmi menahan Marwan Adli, Selasa (9/3) lalu. Marwan ditahan karena diduga menerima uang hasil transaksi narkoba. Polisi melakukan penyitaan terhadap TV, laptop, dan handphone milik Marwan.
(fjp/gun)










































