Hal ini disampaikan Pjs Kepala BMKG Ternate, Ariva, Jumat (11/3/2011). Menurut dia, warga pergi ke perbukitan yang jaraknya 2 km dari pusat kota Ternate.
"Selain ke perbukitan tinggi, warga juga ke Bandara Ternate karena bandara cukup tinggi dibanding pemukiman di tepi pantai," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memberi surat resmi ke pemda pukul 18.00 waktu setempat dan pemdalah yang menyebarkan langsung ke masyarakat. Kita mengharapkan tentunya tidak terjadi tsunami di daerah kami ini. Namun kita harap pemerintah daerah tetap melakukan antisipasi," ujar dia.
Kota Ternate yang biasanya ramai di pantai, sekarang sepi karena banyak yang lebih memilih mengungsi. Menurut Ariva, peran BMKG hanya memberikan rekomendasi, sedangkan penanganan bencana menjadi tanggung jawab pemda.
"Bagaimana penanganannya BMKG tidak terlalu jauh mencampuri itu urusan pemda," tutupnya.
Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan tsunami di Indonesia Timur yaitu di Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Papua sekitar pukul 18.35 WIB, Jumat (11/3/2011). Ombak tsunami diperkirakan tak lebih 1 meter.
(cha/fay)











































