Pantauan detikcom hingga pukul 19.45 Wit, Jumat (11/3/2011) di pesisir Pantai Mardika, Pasar Lama, Waihaong, Silale, Air Salobar, Lateri hingga poka kecamatan Teluk Ambon Baguala, aktivitas warga berjalan seperti biasanya.
Bahkan ada yang nonton TV dan ada yang asyik duduk sambil memandang pantai teluk Ambon. "Kami sudah dengar. Ada info di TV dan juga radio, tapi hingga kini tidak ada apa-apa. Ini khan teluk, jadi sepertinya susah kalau ada tsunami," tutur Angelia Pattinama (34), warga desa Lateri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kapal motor rakyat yang tambat di Pelabuhan Slamet Riyadi tetap memilih berlayar. "Tidak ada pelarangan dari pihak pelabuhan. Jadi kita tetap berlayar ke Buru Selatan," kata salah satu ABK.
Hal ini dibenarkan salah satu petugas jaga di Pelabuhan. "Hingga kini tidak ada pelarangan dari Syahbandar Pelabuhan. Jadi kapal tetap berangkat menuju Buru Selatan," tampik petugas jaga.
Sementara itu, ketika detikcom mengkonfimasi warning tsunami ke kantor perhubungan Syahbandar Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, sejumlah petugas syahbandar menyatakan, hingga kini belum ada pelarangan berlayar yang dikeluarkan.
"Hingga kini belum ada. Selengkapnya nanti tanyakan pimpinan kami saja," ujar salah satu petugas syahbandar.
Aktivitas warga di kota Ambon juga berjalan seperti biasanya. Bahkan sejumlah bar liar yang berada di pesisir pantai Mardika tetap menjalankan aktivitasnya.
Antisipasi tsunami, infromasi juga disiarkan di sejumlah radio lokal maupun RRI Maluku dan Maluku Utara.
(han/ndr)










































