"Kami putuskan dari 11 Maret 2011 pukul 17.30 WITA, status dinaikkan dari waspada ke siaga," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Departemen ESDM Surono saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2011) pukul 17.45 WIB.
Dia menjelaskan, pada 1-9 Maret 2011 terjadi 40 kali gempa vulkanik dalam, 73 kali gempa vulkanik dangkal, 17 kali gempa fase banyak dan 50 kali gempa hembusan. Sedangkan pada 10 Maret kemarin,terjadi 53 kali gempa vulkanik dalam, 55 kali gempa vulkanik dangkal, 9 kali gempa fase banyak dan 29 kali gempa hembusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guguran awan panas tadi secara visual tampak pukul 01.30 WITA. Lalu guguran lava masuk ke Kali Pangi, Kali Nanitu dan Kali Beha Barat. Kemudian pada pukul 11.08 WITA ada awan panas yang bergerak ke Kali Nanitu," terang pria yang akrab disapa Mbah Rono itu.
Menurut Mbah Rono, aktivitas gunung ini tidak sedahsyat Gunung Merapi di Yogyakarta. Status gunung ini biasanya memang naik turun antara waspada dan siaga. Pria berkacamata ini mengimbau agar masyarakat setempat tidak panik.
"Status gunung sementara adalah siaga. Kalau sudah sampai awas, tentunya ada pengungsian warga. Namun kami imbau pada warga sekitar agar tetap waspada pada awan panas dan guguran lava pijar," pesannya.
Menurut twitter Palang Merah Indonesia, warga Kabupaten Sitaro di Pulau Siau, Sulut, telah dievakuasi akibat aktivitas salah satu gunung aktif di Indonesia ini.
Gunung Karangetang adalah gunung yang terletak di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Pada 1997, gunung ini pernah meletus dan menewaskan 3 orang. Sedangkan pada 2007, letusan juga pernah terjadi sehingga membuat warga sekitar harus dievakuasi.
Status bahaya gunung level I atau aktif normal artinya berdasarkan pengamatan visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan. Level II atau waspada berarti ada peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya.
Di level III atau siaga, terjadi peningkatan pengamatan kawah secara visual, kegempaan dan metode lain yang saling mendukung. Sedangkan level 4 atau awas, letusan awal mulai terjadi berupa abu/ asap. Hal ini akan diikuti letusan utama.
(vit/nrl)











































