"Proses politik perlu biaya. Tentu kalau sudah jadi ketua umum perlu syukuran," kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (11/3/2011).
Idrus pun sudah berbicara dengan Jusuf Kalla terkait pemberitaan media Australia ini. Idrus menilai Jusuf Kalla adalah pribadi yang sangat rasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) telah menepis tuduhan artikel harian Australia The Age yang mengutip Wikileaks bahwa dirinya menyuap dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar untuk merebut kursi ketua umum partai berlambang beringin itu pada kongres partai Desember 2004 lalu. Menurut JK, dirinya mengeluarkan uang untuk membayar hotel peserta kongres.
""Ha ha ha..! Bagaimana kita bisa menyuap 2.000 orang? Peserta kongres kan 2.000 orang. Soal biaya, kita membayar hotel peserta kongres," ujar JK saat dikonfirmasi detikcom.
(ndr/fay)











































