Dokter: Sejak lahir Bayi Bermata Satu Tidak Bernafas
Jumat, 28 Mei 2004 18:03 WIB
Denpasar -
Karena tidak punya hidung, bayi bermata satu yang lahir di Bali tidak bernafas sejak lahir. Namun dokter berupaya menyuplai oksigen. Sang bayi sudah diprediksi tidak akan lama bertahan hidup. Ternyata memang hanya empat jam."Memang si bayi tidak punya hidung. Biasanya bernafas kan melalui hidung. Tapi kita usahakan tadi menyuplai oksigen lewat mulut. Mungkin saja lidah bayi menutup jalannya nafas, dan ada dahak. Itulah yang sulit."Demikian tutur dr I Wayan Retayasa yang menangani kelahiran sang bayi saat dikonfirmasi detikcom melalui telepon, Jumat (28/5/2004).Sang bayi perempuan yang belum sempat diberi nama itu lahir di RS Wangaya, Denpasar, Bali, pukul 11.30 WITA. Namun buah hati pasangan Gde Adnyana Putra (34) dan Made Julianti (30) hanya sanggup bertahan empat jam. Pukul 15.30 WITA, sang bayi dinyatakan meninggal dunia."Bayi tidak segera menangis sewaktu lahir, dan tidak pernah menangis. Kondisi ini memperberat dan mempercepat proses meninggal. Saya sudah prediksi bayi tidak akan bertahan lebih dari satu hari. Kondisinya memang sangat lemah," tutur Retayasa.Ditegaskan dia, tidak ada kesalahan medis dalam proses persalinan bayi. "Memang sulit bagi sang bayi untuk hidup. Sewaktu lahir, kita sudah melakukan perawatan dengan memberikan obat-obat, memompa jantung, dan memberikan oksigen ke paru-paru melalui mulut. Tapi denyut dan pergerakan jantung bayi sangat lambat," paparnya."Sebenarnya sewaktu lahir, bayi tidak bernafas. Tapi dengan proses tersebut, akhirnya bayi bisa bernafas dengan bagus. Tapi akhirnya meninggal dalam beberapa waktu kemudian," kata dia.Ditanya mengenai biaya perawatan medis sang bayi maupun ibunya, Retayasa mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu apakah pasien membawa surat kurang mampu atau tidak. Biasanya kalau kurang mampu, ya dibebaskan. Kalau tidak, ya akan tetap membayar sesuai dengan kelas," ujarnya.Gde Adnyana Putra, sang ayah, hanya bekerja sebagai seorang satpam di Konjen Jepang. Sedangkan Made Julianti punya usaha kecil-kecilan dengan membuka warung di rumahnya. Mereka beralamat di jalan Gusti Ngurah Rai Mengwi Kabupaten Badung.
(sss/)










































