"Dari pemeriksaan yang mengarah ke tersangka sudah ada. Penetapannya segera dilakukan kalau bukti dan keterangan saksi mencukupi," kata Kasat Lantas Satuan Wilayah Jakarta Timur Kompol Sudarsono saat dihubungi wartawan, Jumat (11/3).
Sudarsono mengatakan 5 saksi yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan dua perempuan telah dimintai keterangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Sudarsono enggan membeberkan calon tersangka tersebut.
"Itu nanti lah. Kita masih memerlukan bukti-bukti tambahan untuk menguatkan keterangan saksi yang mengarah kepada penetapan tersangka," kata Sudarsono.
Disinggung hasil olah tempat kejadian apakah ditemukan unsur kesengajaan atau murni kecelakaan, Sudarsono mengatakan hal tersebut masih didalami pihaknya.
Mengenai penyebab pasti kematian korban, hasil otopsi menyatakan Doni tewas akibat pendarahan berlebihan di mulut dan telinga. "Paha kanannya juga patah," ujar Sudarsono.
Doni tewas saat mengendarai Yamaha Mio di Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur, pada , Rabu 9 Maret sekitar pukul 7.50 WIB. Saat itu, Doni yang juga anggota Gegana, Brimob, Mabes Polri, berkendara dari arah Cawang menuju Tanjung Priok.
Doni sempat ditolong seorang dokter dan membawanya ke RS UKI, Cawang. Namun nyawanya tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir. Doni merupakan saksi meringankan bagi terdakwa Susno Duadji yang membantah keterangan terpidana Syahril Djohan bila Susno mengenakan sarung saat bertemu dengan Syahril.
Sebelumnya, mantan Sekretaris Pribadi Susno Inspektur Dua Anjar Saputro, juga tewas akibat kecelakaan di Jalan Raya Bogor, 16 Oktober 2010.
Sementara itu, Polri memastikan kematian Doni kecelakaan biasa dan tidak ada kaitan dengan Susno.
(ahy/aan)










































