Aksi digelar di depan pintu gerbang kampusnya di Pabelan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2011) sore.
Puluhan mahasiswa tersebut menyerukan agar SBY-Boediono segera turun dari kekuasaan karena dinilai gagal menjalankan pemerintahan. Sejak awal aksi, mereka membuat lingkaran kecil di tengah jalan, di tengah lingkaran terdapat dua buah ban bekas mobil yang ditumpuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melakukan orasi-orasi secara bergantian, tibalah saatnya massa aksi menyalakan dua ban yang sebelumnya telah diguyur bensin. Ban menyala. Mereka langsung merapatkan lingkaran dengan tujuan agar polisi Pasukan Huru Hara (PHH) yang telah siap dengan tabung pemadam api, tidak bisa memadamkan api dari ban tersebut.
Namun polisi tetap merangsek. Saling dorong terjadi. Namun dalam hitungan detik api telah padam dan kedua ban bekas itu telah berada di tangan polisi. Mahasiswa yang kalah berebut, akhirnya hanya bisa menghujat-hujat polisi sebagai antek kekuasaan.
Namun pihak kepolisian tidak menggubrisnya. Selaku pimpinan pengamanan aksi, Kapolsek Kartosuro, AKP Wahyu Broto, memerintahkan seluruh anggotanya maupun pasukan dari Polres Sukoharjo untuk segera meninggalkan lokasi aksi sambil membawa ban rampasan. Hanya beberapa anggota Satlantas dan intelejen yang tetap tinggal.
Merasa tak ada lagi yang dihadapi, mahasiswa pun tak lagi garang. Sembari terus menyampaikan kekesalannya kepada polisi, mereka masuk ke dalam kampus dan selanjutnya membubarkan diri.
(mbr/nwk)











































