"Polres Jakarta Utara bersama jajarannya di wilayah berhasil membongkar 29 kasus perjudian," ujar Kasat Reskrim Jakarta Utara AKBP Irwan Anwar di Polres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jumat (11/3/2011).
Menurut Irwan, pengungkapan kasus ini dilakukan selama 15 hari dengan rata-rata perhari. Semua yang ditangkap adalah pengecer judi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irwan menjelaskan, saat ini para pemain togel menggunakan cara baru dengan menggunakan sistem SMS melalui telepon selular untuk makukan taruhan.
"Mereka bertransaksi dengan HP sehingga tidak perlu datang ke tempat togel dan pengambilan hadiah juga disampaikan lewat SMS," terangnya.
Irwan berpesan, agar masyarakat tidak memasang dan menjadi bandar permainan judi. "Kita akan tindak tegas perjudian," tuturnya.
PNS Walikota Jakarta Utara Berjudi
Dalam kurun 15 hari razia perjudian di wilayah Jakarta Utara, polisi juga menangkap seorang PNS walikota Jakarta sedang bermain judi. PNS tersebut ditangkap dengan menggunakan seragam PNS di warung lapo bersama ketiga temannya.
"Kita tangkap seorang PNS yang bekerja di kantor Walikota Jakarta Utara," ujar Irwan Anwar.
PNS tersebut diketahui bersama AS Pasaribu dan ditangkap bersama ketiga rekannya saat sedang bermain kartu remi.
"Kita dapatkan Rp 102 ribu dan dia ditangkap masih menggunakan seragam PNS," jelasnya.
Sayangnya, polisi tidak dapat menahan AS Parasibu karena menurut Irwan, dalam pasal 303 BIS tentang perjudian, pelaku bukan seorang bandar judi.
"Kita kenai dengan wajib lapor dan menandatangani surat perjanjian untuk tidak berjudi lagi," terangnya.
(fiq/gun)











































