Bayi Bermata Satu Sempat Mau Digugurkan
Jumat, 28 Mei 2004 16:00 WIB
Denpasar - Sewaktu belum diketahui punya kelainan, bayi bermata satu sempat mau digugurkan. Pasalnya sang isteri mengalami pendarahan hebat."Istri saya waktu itu pendarahan karena letih dan kepayahan. Pendarahannya memang banyak. Waktu itu pengennya dibersihkan. Tapi karena masih ada detak jantung bayi, maka tidak dilakukan. Saya pun tidak membersihkan karena takut dosa."Demikian tutur ayah sang bayi perempuan Gde Adnyana Putra (34) di RS Wangaya, Denpasar, Bali, Jumat (28/5/2004).Sejak pendarahan, tutur dia, setiap bulan istrinya melakukan kontrol kondisi kehamilan secara rutin di RS Wangaya. "Kata dokter sih tidak ada masalah," katanya.Bahkan seminggu sebelum kelahiran buah hatinya dengan Made Julianti (30) itu, sempat dilakukan USG. "Menurut dokter, perkembangan bayi mundur," kenangnya."Saya tidak ada firasat apa-apa. Tapi beginilah kenyataannya, putri saya memiliki kelainan," isak Adnyana dengan pilu.Bayi yang belum diberi nama itu, menurut catatan medis, memiliki kelainan pada kedua bola mata dempet di satu kelopak mata, tidak ada lubang hidung, terdapat massa (benda) yang menyerupai bakal hidung dengan satu lubang pada ujungnya.Seperti dituturkan dr I Wayan Retayasa yang menangani kelahiran sang bayi malang itu, kemungkinan perkembangan tubuh bayi sewaktu dalam kandungan terganggu."Biasanya pada masa usia kehamilan 3 bulan adalah waktu pembentukan organ tubuh. Mungkin saja akibat pendarahan, ada organ tubuh janin yang terganggu pertumbuhannya, dan yang kena ternyata bagian mata dan hidung," papar Retayasa.
(sss/)











































