Bayi Langka di Bali Bernafas dengan Selang Lewat Mulut
Jumat, 28 Mei 2004 15:37 WIB
Denpasar - Dinyatakan tidak memiliki lubang hidung yang berfungsi untuk bernafas, bayi langka di Bali bernafas dengan bantuan selang melalui mulut.Ironisnya, bayi perempuan yang lahir hanya dengan berat 2 kg dan panjang 48 cm itu tidak masuk inkubator. Dia tampak tersenggal-senggal saat bernafas. Namun sang bayi mungil itu tidak menangis.Bayi yang belum diberi nama itu lahir pukul 11.30 WITA, Jumat (28/5/2004) di RS Wangaya, Denpasar, Bali. Dia lahir dengan organ muka tidak sempurna. Matanya hanya satu dengan dua bola mata, dan hidungnya mirip belalai gajah.Menurut catatan medis, sang bayi memiliki kelainan pada kedua bola mata dempet di satu kelopak mata, tidak ada lubang hidung, terdapat massa (benda) yang menyerupai bakal hidung dengan satu lubang pada ujungnya."Kondisi bayi saat ini stabil. Ini bayi yang sangat langka," kata dr I Wayan Retayasa yang menangani kelahiran sang bayi malang itu.PendarahanDituturkan dia, ibu bayi pada usia kehamilan 3 bulan mengalami pendarahan. Setelah menjalani rawat jalan selama 1 minggu, kondisinya dinyatakan sembuh. Pada perawatan lanjutan, memang tidak dilakukan USG hingga tidak diketahui adanya kelainan."Biasanya pada masa usia kehamilan 3 bulan adalah waktu pembentukan organ tubuh. Mungkin saja akibat pendarahan, ada organ tubuh janin yang terganggu pertumbuhannya, dan yang kena ternyata bagian mata dan hidung," papar Retayasa.Diakui dia, agak susah merawat sang bayi. "Kita pun kesulitan memasukkan oksigen, karena tidak tahu dia bernafas lewat mana," katanya.Terhadap sang bayi, lanjut dia, belum dilakukan ronsen untuk mengetahui apakah ada kelainan pada organ tubuh bagian dalam bayi.
(sss/)











































