Sudah Lama Merasa Dimata-matai, Yusril Telepon Eks Ka BIN

Tudingan The Age

Sudah Lama Merasa Dimata-matai, Yusril Telepon Eks Ka BIN

- detikNews
Jumat, 11 Mar 2011 13:17 WIB
Sudah Lama Merasa Dimata-matai, Yusril Telepon Eks Ka BIN
Jakarta - The Age menuliskan dari bocoran kawat Wikileaks bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyuruh Badan Intelijen Negara (BIN) memata-matai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra. Yusril sudah merasa lama dimata-matai dan langsung menelepon mantan Kepala BIN Syamsir Siregar.

"Saya sebenarnya tidaklah terlalu terkejut mendengar berita seperti itu, karena sejak lama saya memang merasakannya. Namun, tentu saja sejauh itu adalah pekerjaan intelijen, maka sangat sulit untuk melacaknya," ujar Yusril dalam rilisnya yang diterima detikcom, Jumat (11/3/2011).

Pagi ini pun, Yusril langsung menelepon Syamsir yang dikatakan menerima arahan SBY untuk memata-matai dirinya. Syamsir, menurut Yusril, hanya tertawa saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Syamsir Siregar yang saya hubungi pagi ini, hanya tertawa mendengar berita itu. Dia
tidak mengiyakan, juga tidak membantah," kata Yusril.

"Saya masa bodoh saja, kata Syamsir," tulis Yusril menirukan jawaban Syamsir.
Β 
"Konon, Syamsir pagi ini dihubungi Presiden untuk menghadap sehubungan pemberitaan dua media terkemuka Australia itu. Namun dia mengaku sibuk, dan belum berkesempatan datang," jelasnya.

Dilansir The Age, Jumat (11/3/2011), SBY pernah meminta Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) Syamsir Siregar untuk memata-matai Yusril yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Tugas spionase itu diberikan SBY kepada Syamsir saat Yusril melakukan kunjungan rahasia ke Singapura. Saat itu, Yusril disebut-sebut bertemu dengan sejumlah pengusaha asal China.

Selain itu, SBY juga meminta BIN untuk memata-matai lawan politik SBY, termasuk para calon presiden yang menjadi rivalnya. Yusril saat itu juga menjadi salah satu bakal capres 2009.

(nwk/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads