"Kalaulah memang apa yang saya rasakan benar, dan juga disebutkan dalam komunikasi rahasia Kedubes Amerika Serikat, maka apa yang dilakukan SBY terhadap saya, yang dalam hal ini apa yang dilakukan oleh Presiden terhadap Menteri Sekretaris Negara, memang patut disesalkan," kata Yusril dalam rilisnya yang diterima, Jumat (11/3/2011).
Sebenarnya, Yusril tidak terlalu terkejut mendengar berita yang dilansir The Age tersebut. Sejak lama, Yusril memang sudah merasakan gerak-geriknya dimata-matai. Namun, karena itu adalah pekerjaan intelijen, maka sangat sulit untuk melacaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengerti kalau saya dianggap sebagai rival dan harus dimatai-matai. Sebagai sesama kawan dan sahabat dekat, saya kira langkah itu memang kurang etis," tegas Yusril.
Yusril menjelaskan, di berita The Age disebutkan setidaknya sekali dirinya dimata-matai yang diketahui Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, yakni ketika pergi ke Singapura, yang
dikatakan akanย melakukan pertemuan rahasia dengan seorang pengusaha cina.
"Presiden SBY diberitakan memerintahkan Kepala BIN Samsir Siregar untuk mengerahkan anak buahnya mematai-matai saya. Saya sendiri merasa tak pernah ada pertemuan rahasia seperti itu," katanya.
(nwk/ken)











































