Harian The Age edisi Jumat (11/3/2011) merilis berita utama 'Yudhoyono 'abused power'' dan artikel yang lebih mendalam 'Bambang Thank You Ma'am'. Mereka menuding Presiden SBY menyalahgunakan kekuasaanya.
Salah satunya adalah hubungan khusus keluarga SBY dengan pengusaha Tomy Winata, Bos Artha Graha. Kawat diplomatik Kedubes AS yang dibocorkan Wikileaks menyebutkan keluarga SBY menerima gelontoran dana dari Tomy Winata lewat perantara TB Silalahi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pejabat senior BIN juga mengatakan pada Kedubes AS, Tomy mencoba meningkatkan pengaruh dengan menggunakan seorang pembantu presiden sebagai channel ke Ibu Negara Kristiani Herawati," demikian tulisan The Age.
Lantas apa tanggapan Istana? Atas pemberitaan The Age, pihak Istana membantah keras tudingan yang dimuat koran The Age yang menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya. Tudingan itu bahkan dianggap sebagai sampah.
"Kita membantah keras artikel tersebut, bagi kita itu sampah karena tidak ada nilai kebenarannya," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2011).
(fay/nwk)










































