PKB Ingin Posisikan Gus Dur Seperti Mandela
Jumat, 28 Mei 2004 14:21 WIB
Jakarta - Bagi PKB, jauh lebih penting menempatkan Gus Dur seperti Menteri Senior Lee Kuan Yeuw dan Nelson Mandela daripada membicarakan pembagian jatah kursi di kabinet. Meski demikian, Buat Gus Dur, deal-deal politik tidak identik dengan bagi-bagi kekuasaan.Hal ini dikatakan Ketua Deperteman Pemenangan Pemilu DPP PKB Khofifah Indar Parawansa saat dimintai komentar tentang penyusunan kabinet koalisi Wiranto- Gus Solah jika menang dalam pilpres mendatang.Lalu posisi semacam yang ditawarkan pada Gus Dur yang seperti Mandela itu? Khofifah menyebutnya semacam duta besar keliling. Nantinya, Gus Dur bertugas melakukan kunjungan ke berbagai negara membawa misi-misi perdamaian kebudayaan dan misi sosial lainya. Selama ini, menurut Khofifah, hal itu tidak pernah diapresiasi oleh negara meskipun secara de facto Gus Dur melaksanakan tugas itu secara terus-menerus. "Jadi keinginan PKB adalah menempatkan Gus Dus sebagai duta besar keliling yang membawa nama negara sehingga ada sambutan resmi kenegaraan," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (28/5/2004). Khofifah mengakui, pilihan PKB untuk berduet dengan Golkar tidak lepas dari restu Gus Dur. "PKB itu identik dengan Gus Dur. Dan dari dulu Gus Dur bukan orang yang suka dengan model politik dagang sapi seperti itu, apalagi kalau bicara PKB dapat menteri apa dan berapa saja," kata Khofifah. Oleh karena itu, semua deal politik dengan Golkar atau partai lain harus melibatkan Gus Dur.Menurut Khofifah, jika Wiranto menang harus di back up orang kuat yang mampu memberikan penjelasan kepada publik dalam negeri maupun internasional, misalnya jika ada yang mempersoalkan dugaan pelanggaran HAM dan soal lainnya. "Siapa yang mampu beri penjelasan semacam itu?" tanya mantan Meneg Pemberdayaan Perempuan yang kini masuk dalam tim kampanye pasangan Wiranto-Solah itu.Direncanakan pada Sabtu (29/5/2004) seluruh DPW PKB akan konsolidasi di Hotel Atlet Century guna menyamakan sikap apakah akan mendukung sepenuhnya duet Wiranto- Solah atau ikut jejak Gus Dur alias golput. "Karena ada wilayah yang ikut PKB karena Gus Dur. Jadi besok kita akan mengetahui aspirasi mereka ikut Gus Dur atau sikap PKB," papar Khofifah. Yang lebih penting lagi, lanjut Ketua PP Muslimat NU ini, jangan ada dikotomi antara Gus Dur dan PKB.
(dsb/)











































