Istana Pertanyakan Kredibilitas Media Australia

Istana Pertanyakan Kredibilitas Media Australia

- detikNews
Jumat, 11 Mar 2011 10:32 WIB
Istana Pertanyakan Kredibilitas Media Australia
Jakarta - Istana mempertanyakan kredibilitas The Age dan Sydney Morning Herald yang memuat artikel tentang  penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden SBY. Media Australia satu kelompok itu tidak pernah melakukan cross check dan memverifikasi sumber berita itu.

"Sungguh dipertanyakan kredibilitas dua media Australia itu. Sebenarnya selama ini mereka mempunyai reputasi yang bagus," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2011).

Julian menyatakan, sumber berita itu berasal dari Wikileaks yang berisi kawat diplomat Kedubes AS di Jakarta. Jadi seharusnya ada penjelasan dari Kedubes AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau Wikileaks menyebut dari Kedubes AS di Jakarta maka perlu ada penjelasan dari Kedubes AS," katanya.

Julian menyatakan, saat ini pemerintah tengah memertimbangkan langkah-langkah yang harus diambil, termasuk memberikan hak jawab. "Yang jelas berita ini sangat merugikan reputasi Presiden," sesalnya.

Lewat headline dua halaman bertajuk 'Yudhoyono Abused Power', The Age mengutip Wikileaks, mengukuliti SBY dan orang-orang penting di Indonesia. Ibu Negara Ani Yudhoyono, misalnya, digelari Kabinet Satu Orang atau Penasihat Top Presiden. SBY juga disebut memiliki saluran hubungan dengan Tomy Wnata, yang oleh Wikilekas diduga sebagai figur dan anggota dunia hitam "Gang Sembilan" atau "Sembilan Naga," sebuah sindikat perjudian terkenal.

(nal/nrl)


Berita Terkait