Pemerintah Akan Panggil Dubes AS dan Protes Keras

Pemerintah Akan Panggil Dubes AS dan Protes Keras

- detikNews
Jumat, 11 Mar 2011 10:13 WIB
Pemerintah Akan Panggil Dubes AS dan Protes Keras
Jakarta - Pemerintah Indonesia tidak diam saja melihat pemberitaan The Age dan Sidney Morning Heralds yang dinilai memojokkan Presiden SBY dan Ibu Ani. Karena pemberitaan bersumber dari dokumen Wikileaks, pemerintah akan memanggil Dubes AS.

"Menlu Marty akan memanggil Dubes AS di Jakarta untuk menyampaikan protes keras terhadap substansi laporan diplomatik tersebut," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2011).

Pemberitaan yang dilansir The Age dan Sidney Morning Heralds itu dinilai memuat berita yang sangat mentah dan tidak diuji kebenarannya.

"Kita meminta Dubes AS segera memberikan klarifikasi kepada publik," imbuhnya.

Pemerintah akan menggunakan hak jawabnya atas pemberitaan media tersebut. "Kita akan menggunakan hak jawabnya kepada kedua harian Australia tersebut," tuturnya.

Diketahui Koran The Age edisi Jumat 11 Maret 2011 memberitakan tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak hanya itu, koran yang mengambil bahan berita dari kawat diplomatik Wikileaks itu, juga membeberkan korupsi penting SBY.

Seperti detikcom dikutip The Age, kawat diplomatik itu menyebutkan secara personal SBY telah mengintervensi dan mempengaruhi jaksa dan hakim untuk melindungi tokoh politik yang melakukan korupsi. SBY disebutkan juga menggunakan intelijen negara untuk memata-matai rival politiknya.

Kawat itu juga menceritakan secara detail bagaimana mantan wakilnya untuk membayar jutaan dollar AS untuk mengontrol partai terbesar di Indonesia saat itu. Kawat juga menyebutkan istri presiden dan keluarganya memperkaya diri melalui koneksi politiknya.

(ndr/fay)


Berita Terkait