Tim Kampanye Mega Jateng Khawatir Warga NU Golput
Jumat, 28 Mei 2004 13:01 WIB
Solo - Ketua Tim Kampanye Mega - Hasyim (TKMH) Jawa Tengah, Sumaryoto, mengkhawatirkan dukungan warga NU terhadap pasangan Mega - Hasyim dalam pilpres mendatang. Apalagi kader warga NU di beberapa daerah di Jateng telah mengancam golput atau tidak akan menggunakan hak pilihnya."Kami khawatir hanya dapat lokonya, tapi gerbong dan penumpangnya tidak mau ikut. Apalagi sejauh ini kami sudah mendengar di Kudus, Klaten dan Wonogiri, para warga NU telah mewacanakan akan golput dalam pilpres mendatang."Hal tersebut dipaparkan oleh Sumayoto kepada wartawan di Solo, Jumat (28/5/2004). Loko yang dimaksudnya adalah Hasyim Muzadi yang notabene Ketua Umum Tanfidiziyah PBNU yang akhirnya dinonaktifkan oleh Syuriah PBNU setelah mencalonkan diri sebagai cawapres berpasangan dengan Megawati.Namun demikian, Sumaryoto mengaku telah menyerahkan penggalangan dan pendekatan warga nahdliyyin kepada tokoh-tokoh NU di Jawa Tengah yang masuk dalam TKMH Jateng. Menurutnya, cara itu dilakukan karena adanya perbedaan kultur antara massa PDIP dengan NU."Jika TKMH dari PDIP ikut masuk mendekati kaum nahdliyyin dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman yang tidak diperlukan. "Kami sepakat tim dari PDIP mendekati massa PDIP, sedangkan tokoh NU mendekati warga NU. Mereka lebih tahu cara mendekati hati warganya sendiri. Kami ini 'kan dari kaum abangan, berbeda kultur dan cara pendekatannya," papar Sumaryoto.Karena itu, Sumaryoto juga tidak berani membuat kalkulasi seberapa besar nantinya warga NU yang akan ikut mendukung Mega - Hasyim. Menurutnya, sangat sulit untuk membuat kalkulasi dalam memprediksi aspirasi politik warga NU. "Pak Adnan saja tidak berani memastikan berapa kira-kira angka dukungan nahdliyyin untuk Mega - Hasyim, apalagi saya," ketus Ketua Komisi IV DPR RI tersebut.Sumaryoto hanya bisa memaparkan bahwa TKMH di Jateng terdiri dari 100 orang yang terdiri 30 orang dari pengurus struktural PDIP, 30 orang dari tokoh masyarakat dan 20 orang tokoh NU di Jateng. 20 tokoh NU itu, kata Sumaryoto, adalah nama-nama yang diserahkan oleh Ketua PWNU Jateng, M Adnan kepadanya."Sejauh ini semua bisa bersedia masuk tim. Sedangkan untuk jurkam nanti kita butuh 200 orang. Kami sudah minta minta kepada Pak Adnan tambahan 30 orang lagi tokoh NU untuk bergabung sebagai jurkam. Semua tambahan yang dari NU nantinya yang mencari adalah Pak Adnan," kata Sumaryoto.Siasati Aturan KampanyeLebih jauh Sumaryoto menjelaskan bahwa aturan kampanye yang ditetapkan oleh KPU, pasangan capres dan cawapres hanya diperbolehkan berkampanye di ibukota provinsi. Namun pihaknya akan berusaha menyiasatinya dengan mendatangkan salah satu di antara Megawati atau Hasyim saja untuk bisa tampil kampanye di daerah kantong dukungan.Seperti diketahui KPU sudah menetapkan jadwal kampanye untuk pasangan Mega - Hasyim di Jawa Tengah mulai tanggal 15 hingga 20 Juni. TKMH Pusat, kata Sumaryoto, telah memutuskan tiga kota utama di Jawa yang akan didatangi secara bersama oleh Megawati dan Hasyim Muzadi adalah Surabaya, Semarang, dan Jakarta."Aturannya berbunyi dalam berkampanye pasangan capres dan cawapres hanya diperkenankan datang ke ibukota provinsi. Nantinya kami akan menyiasati dengan hanya mendatangkan salah satu dari Bu Mega atau Pak Hasyim untuk datang ke kota di luar Semarang. Kami sangat membutuhkan itu agar beliau berdua bisa mendatangi daerah-daerah kantong dukungan bagi kami," kata Sumaryoto.
(nrl/)











































