Tak Terima Dipecat, Ratusan Pol PP Pemkot Binjai Bakar Kantornya

Tak Terima Dipecat, Ratusan Pol PP Pemkot Binjai Bakar Kantornya

- detikNews
Kamis, 10 Mar 2011 21:40 WIB
Medan - Ratusan petugas Satpol PP Pemkot Binjai mengamuk dan membakar kantornya sendiri di Jl Jambi, Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (10/3/2011) sore. Aksi ini merupakan buntut kemarahan ratusan anggota Satpol PP akibat dipecat oleh Pemkot Binjai dengan alasan tidak mampu membayar gaji pegawai honorer dilingkungan Pemkot Binjai dalam tiga bulan terakhir.

Dalam aksinya, petugas Satpol PP juga merusak sejumlah fasilitas kantor, termasuk membakar ruang pertemuan dan ruang kepala Satpol PP. Usai meluapkan kemarahannya, petugas satpol PP yang sebelumnya menggelar aksi penolakan pemecatan tersebut, bergerak ke kantor Walikota Binjai di Jl Jenderal Soedirman, Kelurahan Kartini, sekitar 1 KM dari kantor Satpol PP.

Massa kembali melampiaskan kekesalannya dengan merusak kaca pos jaga yang biasa mereka gunakan sebagai posko penjagaan. Sebuah mobil dinas Satpol PP yang sedang parkir di halaman kantor Walikota Binjai
juga tidak luput dari kemarahaan massa hingga bannya menghadap langit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemarahan petugas Satpol PP kemudian mereda setelah ratusan personil polisi dari Polres Binjai diturunkan ke lokasi kejadian. Kapolres Binjai, AKBP Rina Sari Ginting mengatakan, petugas telah mengantongi sejumlah nama yang dinilai sebagai provokator aksi anarkis tersebut.

"Kasus perusakan sedang diusut. Polres juga sudah memegang nama-nama yang diduga kuat sebagai provokator," sebut Rina.

Sebagai upaya antisipasi aksi lanjutan, Polres Binjai menyiagakan personil kepolisian berjaga-jaga di depan kantor Satpol PP dan kantor Walikota Binjai hingga Kamis malam. Pemecatan ratusan Satpol PP dilakukan setelah Pemkot Binjai tidak mampu membayar gaji pegawai honorer dilingkungan Pemko, meski DPRD setempat telah mengetuk palu pengucuran dana alokasi gaji honorer.

(rul/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini