Berdasarkan informasi yang diterima detikcom, otopsi jasad berlangsung sejak pukul 16.30 WIB sampai dengan pukul 18.30 WIB.
"Alur putar senjata alur putar kanan, proyektil 9 milimeter," kata sumber tersebut yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, Kamis (10/3) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter forensik RSCM Mun'im Idris mengatakan pelaku diduga menembakkan senjatanya dari jarak dekat.
"Jarak dekat antara 50-60 centimeter, bukan meter," kata Munim Idris.
Namun, Munim enggan menuturkan jenis proyektil yang ditemukan. "Saya enggak bisa bilang jenisnya karena itu bukan konsumsi publik," kata Munim.
Sumber lainnya mengatakan, jenis proyektil yang ditemukan di tubuh Faisal belum jelas apakah peluru tersebut merupakan peluru dari senjata organik atau bukan. "Yang pasti proyektil itu umum dipakai," kata sumber tersebut.
(ahy/lrn)











































