2 Wartawan Jepang Diserang di Irak
Jumat, 28 Mei 2004 11:15 WIB
Jakarta - Dua wartawan Jepang telah diserang orang tak dikenal di Irak. Pemerintah Tokyo telah meminta bantuan Otoritas Sementara Koalisi pimpinan AS untuk membantu mencari detil serangan tersebut.Demikian disampaikan juru bicara pemerintah Jepang. "Mereka diserang saat mereka menuju ke arah utara dari Samawa," tukas Sekretaris Kepala Kabinet Hiroyuki Hosoda kepada wartawan di ibukota Tokyo. Samawa merupakan kota di Irak selatan, lokasi ditempatkannya pasukan Jepang untuk misi kemanusiaan.Keduanya adalah Shinsuke Hashida, 61, wartawan lepas yang berbasis di Bangkok, Thailand dan Kotaro Ogawa, 33, dari kota Tottori, Jepang barat. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/5/2004)."Kami belum tahu apakah mereka selamat atau tidak," ujar Hosoda seraya menambahkan bahwa pemerintah tidak memiliki detil lainnya mengenai peristiwa tersebut.Namun sebuah media Jepang memberitakan bahwa salah seorang dari dua wartawan Jepang itu meninggal dalam penembakan tersebut. Empat orang, masing-masing dua warga Jepang, seorang supir asal Irak dan seorang penterjemah Irak diyakini berada di dalam kendaaran saat diserang. Jaringan publik Japan Broadcasting Corp. melaporkan, sang supir telah mengatakan kepada pejabat-pejabat Jepang setempat bahwa satu dari dua warga Jepang tersebut meninggal dalam serangan itu. Namun berita ini belum bisa dikonfirmasi pemerintah Tokyo.Pada November 2003 lalu, dua diplomat Jepang tewas ditembak di Irak dalam perjalanan menuju sebuah konferensi mengenai rekonstruksi Irak. Pembunuhan itu mengejutkan negeri Sakura tersebut dan menandai jatuhnya korban jiwa pertama di pihak Jepang dalam perang di Irak.
(ita/)











































