Patrialis berkunjung ke Nusakambangan pukul 13.30-16.00, Kamis (10/3/2011). Dari Dermaga Sodong, Nusakambangan, Patrialis naik bus sejauh 8 km menuju Lapas Narkotika, dengan melewati beberapa lapas lain.
Patrialis didampingi Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Jateng Mayun Mataram. Setelah tiba, semua alat komunikasi dikumpulkan. Lantas, rombongan melewati pintu pengamanan 3 lapis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patrialis yang bersafari biru, lantas berbincang dengan napi WN Nigeria, Cukudi. Dia bertanya sudah berapa lama Cukudi ditahan dan bagaimana kondisinya sekarang.
"Saya sudah 14 tahun, tinggal setahun lagi. Saya di sini stres, tidak bagus," kata Cukudi dengan bahasa Indonesia cukup lancar.
"Boleh bawa ponsel tidak?" tanya Patrialis.
"Tidak. Tapi komunikasi dengan keluarga tetap lancar, hanya dibatasi," kata Cukudi. Pria yang menikah dengan perempuan WNI ini mengaku terjerat kasus narkotika.
"Bawa berapa?" tanya Patrialis.
"Bukan saya, tapi teman saya. Saya korban, saya kapok dan ingin pulang," kata Cukudi.
"Kamu kenal Hartoni (bandar besar narkoba-red)?" tanya Patrialis lagi.
"Tidak pernah lihat, dia tidak gaul," jawab Cukudi.
Patrialis pun bertanya apa ada petugas lapas yang memberi narkoba pada napi. "Setahu saya tidak," kata Cukudi.
Puas berbincang-bincang, Patrialis pun melongok sebuah kamar tahanan berukuran 4x3 meter berlantai keramik yang tampak bersih. Di kamar untuk 5 orang itu terdapat dua kasur dan satu kamar mandi.
Kamar itu memiliki exhaust fan. Pantauan detikcom, ada dua remote AC yang diselipkan di sela-sela pojok kasur. Namun anehnya, tidak ada AC ataupun AC portabel di ruangan tersebut.
Usai kunjungan, Patrialis mengungkapkan keterkejutannya dengan kasus Kalapas Narkotika Marwan Adli yang ditangkap BNN karena diduga menerima uang hasil transaksi narkoba dari para napi. Oleh karena itu dia ingin melihat langsung Lapas Narkotika Nusakambangan.
"Saya merasa Kalapas yang bertanggung jawab di sini, ini kejutan bagi saya. Jadi kita wajib melihat ke lapangan," kata Patrialis kepada wartawan.
Kunjungan Patrialis terkesan hanya sekilas-sekilas saja. Mungkin karena faktor waktu yang terbatas. Kunjungan pun usai pukul 15.00 WIB. Rombongan kembali ke Dermaga Wijayapura, Cilacap pukul 16.00 WIB.
(fay/nrl)











































