Sekutu AS Juga Dituduh Terlibat dalam Skandal Abu Gharib
Jumat, 28 Mei 2004 11:08 WIB
Jakarta - Skandal penyiksaan tawanan Irak oleh tentara AS terus bergulir. Beberapa tahanan Irak di penjara Abu Gharib mengaku disiksa pula oleh prajurit dari Polandia dan negara-negara koalisi lainnya.Demikian menurut salinan statemen kepada penyidik Angkatan Darat (AD) AS yang diperoleh Associated Press (AP), Jumat (28/5/2004). "Banyak tahanan mengeluhkan soal penyiksaan fisik selama dalam tahanan yang disebabkan pasukan koalisi, bukan hanya pasukan AS," tukas analis intelijen sipil Luke Olander kepada tim investigasi.Dalam statemen tersebut juga terdapat keterangan baru saksi mata tentang penyimpangan yang dilakukan personel intelijen militer AS. Termasuk seorang penterjemah sipil yang menuding seorang penginterogasi AD AS memaksa seorang tahanan untuk berjalan dalam keadaan bugil melewati blok sel.Sebanyak tujuh tentara AS -- semuanya tercatat sebagai polisi militer yang bekerja sebagai penjaga -- tengah menghadapi tuduhan militer karena diduga menganiaya dan melecehkan tahanan Irak di penjara Abu Gharib, di pinggiran ibukota Baghdad.Kebanyakan dari prajurit-prajurit itu menuding personel intelijen militer dan sipil-lah yang telah mendorong mereka untuk memukuli dan melecehkan tawanan Irak. Gunanya agar para tahanan itu lebih mudah ditanyai selama interogasi.Dalam catatan wawancara oleh agen-agen Divisi Investigasi Kriminal AD yang diperoleh AP, termasuk tuduhan baru bahwa pasukan koalisi telah memukuli para tawanan Irak sebelum menyerahkan mereka ke pasukan AS.
(ita/)











































