Bagja Yakin Hasyim Lebih Mudah Galang Massa daripada Gus Solah

Bagja Yakin Hasyim Lebih Mudah Galang Massa daripada Gus Solah

- detikNews
Jumat, 28 Mei 2004 11:15 WIB
Jakarta - Nama Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dinilai Ketua PBNU Ahmad Bagja lebih populer dibanding KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) di masyarakat NU. Karena itu, Hasyim lebih berpeluang lebih besar bisa menggalang massa di tingkat paling bawah. Keyakinan ini disampaikan Ahmad Bagja yang kini menjadi Tim Sukses Mega-Hasyim saat dihubungi detikcom, Jumat (28/5/2004). "Kalau ukurannya dikenal ya jelas Pak Hasyim lebih dekat dan dikenal oleh jam'iyah atau pun jamaah NU," kata Bagja.Menurut Bagja, sebagai pemegang pucuk pimpinan PBNU, Hasyim memiliki track record panjang di jajaran fungsionaris PBNU, karena berkarir dari tingkat ranting hingga pusat. Kondisi inilah membuat tim suksesnya tidak perlu capek mendekati massa ketimbang kandidat lainnya.Menanggapi ramainya safari capres-cawapres ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur, Bagja mengaku tidak khawatir. Dia menilai silaturahmi itu justru memberikan pendidikan gratis bagi warga NU yang sebagian tradisional untuk menentukan pilihannya sendiri. "Saya kira ini pendidikan politik buat masyarakat khususnya warga NU. Dengan banyaknya tokoh NU yang jadi calon pemimpin berarti mereka harus pandai memilih," ujar dia.Lantas Bagja membandingkan antara pemilu 1999 dan 2004 di mana di wilayah Jepara dan Pekalongan, Jawa Tengah terjadi bentrok antara massa NU karena partainya berbeda. "Pemilu kali ini tidak terjadi bentrok di daerah itu, ini menunjukkan warga NU sudah mulai dewasa," tegas mantan anggota DPA ini.Namun, dia juga mengaku agak khawatir atas sikap warga NU, karena pemilu mendatang bukan memilih partai tetapi memilih orang, sehingga perbedaan pilihan juga akan sedikit banyak berpengaruh. Kendati demikian Bagja berharap, banyaknya para calon pemimpin yang berkunjung ke pesantren, hendaknya memberikan kesejukan bagi umat, bukan sebaliknya. Sekadar diketahui menjelang pilpres pondok-pondok pesantren berbasis NU di Jawa kebanjiran tamu dari Jakarta. Tujuan para capres dan cawapres itu berkunjung, tidak lain untuk meminta dukungan. (dsb/)


Berita Terkait