"Dalam sebuah sinetron di Indonesia ini ada seorang sutradara besar bernama Susilo Bambang Yudhoyono. Tugas utama sutradara adalah memperpanjang jam tayang," ujar pengamat politik Yudi Latief dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3/2011).
Menurut Yudi, SBY sedang membuat serial evaluasi koalisi menjadi menarik untuk dinikmati. Namun demikian, SBY dinilai mengabaikan rasa keadilan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudi mengatakan, Presiden SBY juga merangkul sejumlah bintang film hebat. Dalam sinetron ini PDIP dan Gerindra dimasukkan SBY dalam sebuah seri di sinetronnya. Hasilnya tidak mengecewakan.
"Barangkali PDIP dan Gerindra bisa diajak juga masuk koalisi," tutur Yudi.
Namun sayangnya, menurut Yudi, akhir drama evaluasi koalisi tidak diakhiri. Presiden SBY memilih memperpanjang mata rantai evaluasi koalisi yang tidak berujung.
"Kalau Golkar dan PKS dikeluarkan maka sinetron akan usai. Isu ini isu murahan, tidak ada substansinya, semuanya adalah pepesan kosong. SBY menggulirkan sinetron untuk bisa berputar sampai tahun 2014," jelasnya.
(van/gun)










































