Ini dia sampaikan ketika membuka rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/3/2011). Rapat membahas draft RUU BIN dan RUU Keamanan Negara ini diikuti seluruh anggota KIB II.
"Saya tinggal kembalikan kepada kesepakatan awal buat apa sih kita berkoalisi," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kolisi ini harus dibenahi. Ditata kembali," tegas SBY.
Terkait itu, komunikasi politik ke para pimpinan parpol sedang dan terus dilakukan. Baik oleh dirinya sendiri maupun oleh petinggi lain Partai Demokrat.
"Evaluasi dipikirkan masak-masak, bukan karena emosi atau jengkel. Boleh kita jengkel, tetapi harus jernih ketika mengambil putusan," imbuh SBY.
Presiden SBY kemudian menyitir bagian dari pidato Presiden Bung Karno pada 1 Juni 1945. Bahwa hakekat dari berbangsa adalah kemauan atau kehendak untuk bersatu, tidak berbeda dengan niat berkoalisi.
Dia kemudian membacakan alenia awal pakta koalisi yang ditandatangani para ketua umum parpol koalisi. Bagian tersebut oleh SBY disebutnya sebagai inti dari hakekat berkoalisi.
"Hari ini, Kamis 15 Oktober 2009, kami pimpinan partai politik telah sepakat untuk berkoalisi -bukan beroposisi- dan mendukung penuh pemerintahan SBY-Boediono 2014 baik dalam bidang eksekutif dan legislatif," ujarnya membacakan salinan pakta integritas.
"Publik bisa melihat, apakah spirit itu masih ada," imbuh SBY.
(lh/ndr)










































