"Iya PT Barata (naik ke penyidikan). Kemarin juga dilakukan penggeledahan," tutur Jubir KPK Johan Budi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (10/3/2011) siang.
Berdasar informasi yang dihimpun, tim KPK kemarin datang langsung dari Jakarta dengan menggunakan dua mobil untuk melakukan klarifikasi terhadap salah satu direktur PT Barata Indonesia (persero). Kedatangan tim KPK berlangsung singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini muncul saat relokasi pabrik PT Barata dari Surabaya ke Gresik, Jawa Timur pada 2006. Saat relokasi, dana yang dikeluarkan mencapai 44,7 miliar, diduga terdapat siluman sebesar Rp 1,4 miliar. Total biaya yang dikeluarkan untuk relokasi mencapai Rp 44.728.023.528.
Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) pun menunjukkan, proses penunjukan rekanan tidak diupayakan mendapat penawaran yang menguntungkan. Semua dilakukan atas permintaan direksi PT Barata Indonesia.
(fjp/ndr)











































