Orang yang kali pertama mengetahui kejadian itu adalah seorang sopir angkutan, Kamsari. Saat itu, ia baru saja melintas di kawasan tersebut, Kamis (10/3/2011). Tiba-tiba dua orang pengendara sepeda motor mendahului dengan jalan agak memotong.
"Lalu, orang yang di belakang (yang dibonceng) melempar sesuatu ke pinggir jalan. Bruk, gitu," kata Kamsari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
leher nyaris putus. Mayat itu dibungkus dengan jas hujan dan berselimut tikar.
Kamsari memberitahu warga sekitar dan lapor ke polisi. Informasi itu segera menyebar. Ratusan warga berdatangan ke lokasi yang terletak tak jauh dari kantor kecamatan Gunungpati itu.
Polisi yang datang beberapa saat kemudian, langsung memasang garis polisi. Bahkan, jalan yang menghubungkan Semarang-Ungaran (Kabupaten Semarang) sempat ditutup saat mayat hendak dievakuasi.
Kapolsek Gunungpati Kompol Purwanto mengaku belum bisa menyimpulkan kejadian itu. Namun dari keterangan saksi, diduga korban dibunuh di tempat lain, lalu baru dibuang di wilayah Gunungpati.
"Tidak ada identitas di tubuh korban. Dari analisa sementara, umur korban berkisar 25 hingga 30 tahun itu," kata dia.
Agar tak menimbulkan kerumunan masyarakat yang lebih besar, polisi segera membawa mayat itu ke RS Bhayangkara untuk diotopsi. Setelah itu, kondisi berangsur normal. Warga meninggalkan lokasi dan jalan kembali dibuka.
(try/asy)










































