Kelompok tersebut menamakan diri mereka "Topple the Tyrants". Mereka bertekad akan terus menduduki bangunan Georgia itu hingga mansion senilai 11 juta poundsterling tersebut dikembalikan ke rakyat Libya.
"Kami tidak percaya pemerintah Inggris akan menyita dengan benar aset-aset curian dan hasil korupsi pemerintah Libya, jadi kami memutuskan untuk mengurus masalah ini dengan cara kami sendiri," cetus salah seorang anggota kelompok tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang juru bicara kepolisian Inggris mengatakan, polisi tidak melakukan penangkapan atas aksi pendudukan tersebut. Polisi menangani kasus ini sebagai permasalahan sipil.
Pemerintah Inggris sejauh ini telah menyita lebih dari US$ 3 miliar aset-aset Khadafi. Penyitaan itu sebagai bagian dari sanksi-sanksi yang diterapkan PBB belum lama ini terhadap rezim Libya.
(ita/nrl)










































