"Ada laporan dari petugas jaga pada Senin (7/3) malam bahwa ada napi yang mengeluh sakit di dada, sesak nafas," kata Wakil LP Paledang Sigit, Kamis (10/3/2011).
Mendapat laporan itu, petugas LP kemudian segera membawa Hendi ke klinik LP. Namun, pihak klinik angkat tangan dengan kondisi penyakit Hendi, sehingga merujuknya ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, belum tiba di RS Marzuki Mahdi pada Selasa (8/3) pagi, Hendi sudah meninggal. Hendi pun kemudian dibawa ke kamar jenazah.
Mengetahui Hendi sudah meninggal, LP kemudian mendatangi rumah keluarga korban di Kemang, Bogor. Keluarga kemudian diajak ke rumah sakit untuk melihat korban.
"Kami perlihatkan kok bagaimana kondisi korban, tidak ada yang kami tutupi," katanya.
Bahkan menurutnya, pihak LP juga mengurus segala biaya pengobatan Hendi mulai dari klinik hingga di rumah sakit. Termasuk biaya pemulangan jenazah ke rumah duka.
"Itu semua sudah jadi kewajiban kami," katanya.
Ia mengaku jika pihaknya tidak memberitahu keluarga korban ketika terserang sakit. Alasannya, Hendi sakit mendadak sehingga perlu pertolongan pertama.
"Kita harus ambil tindakan untuk menyelamatkan nyawa korban lebih dulu, makanya kita langsung bawa ke rumah sakit," katanya.
Sementara itu, Sigit mengatakan, Hendi masuk ke LP Paledang sejak 10 Februari 2011 lalu. Hendi adalah tahanan kejaksaan kasus narkotika.
"Statusnya masih tahanan," katanya.
(mei/mad)











































