"Kita nggak dilaporin oleh pihak keluarga, bagaimana mau memprosesnya. Dasar kita melakukan penyelidikan kan harus ada laporan polisi," kata Kapolresta Bogor Kota AKBP Slamet Nugroho Wibowo, (10/3/2011).
Wibowo mengatakan, pihak kepolisian baru mendapat laporan dari pihak Lapas setelah korban di rumah sakit. Keluarga korban sendiri tidak melaporkan kematian Hendi ke polisi.
"Setelah kita mendatangi ke sana juga, keluarga tidak mau melapor," katanya.
Sementara itu, Wibowo mengungkapkan, pihaknya telah memintai keterangan secara lisan kepada pihak LP Paledang terkait kematian Hendi. Namun, keterangan pihak LP menyatakan jika Hendi meninggal karena sakit.
"Mereka menyatakan, tidak ada kekerasan. Hendi meninggal karena sakit dan sebelumnya juga ngobrol-ngobrol sama teman se-sel," tutupnya.
Sebelumnya, keluarga Hendi mengaku ikhlas dan pasrah atas kematian anaknya. Ibunda Hendi, Ade Nurkilah (47) mengaku tidak akan menempuh jalur hukum untuk mengusut kematian anaknya yang tidak wajar itu.
"Nggaklah saya mah ikhlaskan saja. Kasian nanti anaknya harus diangkat lagi dari kubur kalau saya laporin ke polisi," kata Ade.
Nurhendi alias Hendi alias Ceboy meninggal dalam perjalanan menuju RS Marzuki Mahdi dari LP Paledang pada Selasa (8/3) lalu. Di sekujur tubuh korban terdapat luka memar. Bahkan di tangannya terdapat luka lecet bekas bogrol.
(mei/mad)











































