Seperti diketahui, RUUK DIY saat ini tengah dibahas di Komisi II DPR. Perbedaan paling mencolok antar-fraksi terletak pada pasal mekanisme penentuan gubernur, apakah dipilih atau ditetapkan seperti sebelumnya.
Dari beberapa pernyataan beberapa kadernya, sudah terlihat peta dukungan dan penolakan. Demokrat jelas berada di belakang draf yang diajukan pemerintah, yakni mendukung pemilihan gubernur. Bagaimana dengan PKS?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa itu akan jadi isu yang menimbulkan perbedaan-perbedaan. Undang-undang yang saya ingat cukup krusial dan mengundang potensi perbedaan," kata Nasir saat berbincang dengan detikcom, Kamis (10/3/2011).
Menurut Nasir, sikap PKS dalam isu tertentu sudah jelas. Bahkan kadang berbeda dengan sejumlah partai lain yang tergabung dalam koalisi. Namun, jika ada komunikasi yang baik, maka perbedaan itu bisa dikompromikan.
"Sebelum kita bicara hal-hal apa saja yang mengundang perbedaaan, bagaimana kita membangun komunikasi politik yang sehat. Jadikan komunikasi politik sebagai kebutuhan, jangan dulu tuding-tudingan," jelasnya.
"Kemungkinan ada yang mendukung penetapan dan pemilihan. Itu kalau nggak didiskusikan oleh partai koalisi sejak awal maka akan semakin runcing perbedaannya," tegas Nasir.
Dalam kontrak politik dengan koalisi, Nasir juga menilai sebaiknya tidak perlu ada pengikatan yang terlalu kuat. Jangan sampai setgab malah memenjarakan kreatifitas.
"Di break-down dulu apa saja prinsip-prinsip dalam koalisi seperti pembangunan, demokrasi dan keadilan. Kita harus menghargai prinsip seperti itu," ungkapnya.
(mad/did)










































