"Isu reshuffle dibangun bukan atas dasar sinyal dari SBY. Tapi sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu," ujar SDA usai raker dengan Komisi VIII DPR terkait pelaksanaan haji 2010 di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3/2011).
Menurut SDA, isu akan adanya reshuffle bukan kali ini saja berhembus. Sejak 100 hari pemerintahan SBY, lalu dilanjutkan pada setahun periode kedua pemerintahan SBY berjalan kembali berhembus isu yang meresahkan tersebut.
"Dan sekarang berhembus lagi setelah usulan hak angket mafia pajak. Tapi Pak SBY sendiri tidak ada apa-apa dan sampai hari ini tidak ada (reshuffle). Jadi ini sengaja dihembuskan," terangnya.
SDA enggan menyebut siapa pihak yang menurutnya telah menghembuskan isu reshuffle termasuk motifnya.
"Anda (wartawan) pasti lebih tahu soal siapa yang menghembuskan ini. Kalau saya beritahu, sama saja mengajari ikan berenang dong," tutupnya.
(her/mad)











































