"Saya pasrahkan saja sama yang di atas. Saya ikhlaskan saja, mungkin sudah takdirnya," kata Ade Nurkilah (47), ibunda Hendi saat dihubungi detikcom, Rabu (9/3/2011).
Ade juga memilih untuk tidak melaporkan kematian anak sulungnya yang dinilai tidak wajar itu ke aparat kepolisian. "Saya mah orang awam hukum. Saya takut kalah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade juga tidak meminta dokter untuk melakukan visum atas luka korban. "Saya nggak ngerti masalah begitu. Jadi saya nggak minta," katanya.
Setelah melihat anaknya, Ade segera memulangkan jenazah anaknya. Jenazah Hendi baru dimakamkan pada Selasa (9/3) pukul 17.00 WIB.
Nurhendi alias Hendi alias Ceboy tewas dalam perjalanan menuju ke RS Marzuki Mahdi pada Selasa (9/3) pagi lalu. Di tubuh korban terdapat luka memar, diduga akibat penganiayaan.
Nurhendi adalah tahanan kejaksaan yang ditahan di LP Paledang. Nurhendi 'menginap' di LP Paledang pada 10 Februari 2011 lalu. Sebelumya dia ditahan di LP Pondok Rajegm
"Baru dipindahkan sebulan lalu. Saya juga baru dua kali besuk," katanya.
(mei/mad)











































