"Sampai saat ini masih diperiksa bersama-sama oleh BNN dan Kanwil (Kemenkumham), jadi belum bisa dibawa ke Jakarta," kata Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto saat dihubungi wartawan, Rabu (9/3/2011).
Sumirat mengatakan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap dua staf Lapas yang diindikasikan mengetahui kasus yang menyandung bosnya itu. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap dua warga yang diduga rekeningnya dijadikan penampungan aliran dana peredaran shabu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pemeriksaan gabungan tersebut rampung, kemungkinan 5 orang tersebut diboyong ke Jakarta guna penyidikan BNN.
"Belum pasti kapan dibawanya, karena masih menunggu selesai pemeriksaan dan Pak Benny (Direktur Narkotika Alami BNN)" ujarnya.
(ahy/mad)










































