Korban bernama Luh Sri Reksen (48), adalah seorang guru SDN 1 Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng Bali. Ia tewas meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) i RSU Kertha Husada, Rabu (9/3/2011).
Korban keganasan penyakit anjing gila ini sebelum meninggal dunia mengalami, nyeri tenggorokan hingga tidak bisa menelan, nyeri dada atau sesak nafas dan kejang serta mengeluarkan buih dari mulutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โKorban pernah digigit anjing namun tidak sempat diberi suntikan Vaksin Anti Rabies. Sebelum meninggal anak saya mengalami, sakit tenggorokan, sesak nafas,kejang-kejang hingga takut terkena angin, dari mulutnya keluar air liur berlebih seperti busa,โ ungkap orang tua korban, Ketut Wirata.
Adik korban Made Putra Jaya juga menuturkan, korban pernah digigit anjing pada tumit kaki kirinya tujuh bulan lalu. Namun karena dianggap tidak berbahaya korban tidak berinisiatif untuk di suntikan VAR.
Sedangkan anjing yang menggigit korban mati beberapa hari kemudian. "Kakak saya digigit anjing namun tidak diberikan VAR,โ paparnya.
(gds/mad)











































