Kelangkaan BBM di Pekanbaru Mulai Teratasi

Kelangkaan BBM di Pekanbaru Mulai Teratasi

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2011 18:22 WIB
Pekanbaru - Kelangkaan BBM yang sempat terjadi selama 5 hari di Pekanbaru terlihat mulai pulih. Di sejumlah SPBU walau tetap diserbu warga, namun tidak terjadi antrean panjang sebagaimana hari sebelumnya.

Sejumlah SPBU di Pekanbaru, dari pantauan detikcom, Rabu (9/3/2011) tidak ada lagi antrean panjang kendaraan. Yang terlihat hanya antrean beberapa mobil dan sepeda motor dengan jumlah yang sedikit. Pendistribusian BBM premium sudah berangsur normal.

"Sejak kemarin distribusi premium sudah mulai lancar. Dan kondisi itu mulai merata ke seluruh SPBU yang ada di Pekanbaru. Sehingga tidak ada lagi antrian panjang sebagaimana sebelumnya," kata Syaiful petugas SPBU di Jl Arifin Achmad, Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat pun mulai merasa lega karena tidak ada lagi antrean panjang. Sebelumnya konsumen harus rela antre sampai 3 jam lamanya.

"Paling sekarang kita antre hanya 15 menit saja. Tidak seperti kemarin, sampai berjam-jam lamanya," cerita Roy Siregar (25) warga Pekanbaru.

Sopir angkot jurusan Panam-Pasar Pusat Pekanbaru juga mengaku lega. Para sopir kini tidak lagi perlu cemas soal premium. Sejak kemarin, antrean panjang sudah mulai berkurang.

"Sebelumnya kita panik, harus antrean panjang yang membuat jadwal membawa penumpang terganggu. Memang saat BBM langka jumlah penumpang angkot meningkat. Tapi kita juga mesti repot untuk mengisi BBM," cerita Anto (29) sopir angkot.

Masyarakat mengharapkan, kondisi kelangkaan BBM hendaknya jangan sampai terulang lagi. Sebab hal itu sangat merepotkan masyarakat yang kehilangan waktu hanya untuk membeli premium.

"Jangan sampai terulang lagi. Kita sempat telat masuk kantor karena mesti antre beli premium. Aneh sekali bila di tempat kita gudangnya minyak, tapi BBM bisa langka," kata Rohmawati seorang PNS.

Walau demikian, normalnya distribusi BBM ini membuat penjual eceran premium tidak lagi mendapatkan keuntungan besar. Mamhud (35) seorang penjual eceran di Jl Subrantas, mengaku selama BBM langka dia mendapat keuntungan yang lumayan banyak. Dengan menjualan Rp 15 ribu per liter, dalam sehari minimal mendapatkan keuntungan Rp 300 ribu.

"Sekarang penjualan kita sudah normal lagi. Kemarin kita sempat meraih untung banyak," kata Mahmud.

(cha/fay)


Berita Terkait