"Dilihat dari pernyataan-pernyataan Anas, Saan (Mustopa-Wasekjen PD) mereka coba menekan SBY paling tidak agar PKS keluar dari koalisi. Saya tidak tahu apakah itu bagian dari tujuan politik mereka ataukah mereka cuma ngetes apakah SBY masih punya power atau tidak," ujar pengamat politik dari LIPI, Ikrar Nusa Bhakti.
Hal itu dikatakan Ikrar saat ditanya wartawan usai menjadi pembicara dalam diskusi di Megawati Institute, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SBY seorang politisi yang sangat safety player, sangat mendewakan keamanan, tanpa keberanian melakukan tindakan yang tegas," kata Ikrar.
Ikrar menjelaskan, gerakan politisi muda Demokrat yang 'mbalelo' ini penting untuk diperhatikan. Sebab, hal ini juga pernah terjadi saat Kongres Partai Demokrat tahun lalu di Bandung, di mana anak-anak muda justru memilih Anas sebagai ketua umum ketimbang Andi Mallarangeng yang didukung putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono.
"Tampaknya mereka melihat masa depan Partai Demokrat, karena semakin tidak berwibawanya SBY di mata rakyat," terang Ikrar.
Lebih lanjut, Ikrar memprediksi, jika hal itu terjadi maka Demokrat siap menyongsong era baru politik Indonesia dengan indenpendensi partai dan tidak mengandalkan figur. "Demokrat akan menjadi partai modern kedua setelah Golkar," tuturnya.
(lrn/gun)











































