"Kami ini jadi alat ancaman untuk partai lain. Tidak benar, tapi bagi kami biasa-biasa saja," kata anggota Komisi III DPR dari Gerindra, Desmond J Mahesa, saat dihubungi wartawan, Rabu (9/3/2011).
Disampaikan dia, Gerindra tidak kecewa. Bahkan pendiri partai ini, Prabowo, malah tertawa menanggapi kemungkinan tidak masuk dalam koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah menganggap Demokrat bohong? "Bagi kami sejak awal soal bohong atau tidak sudah ada vonis pemerintah berbohong dan cenderung berbohong. Apa yang terjadi ini sudah karakter. Anggito Abimanyu itu kan sudah bukan rahasia lagi," sindirnya. Anggito Abimanyu adalah calon wakil Menkeu yang dibatalkan pemerintah.
Desmond menambahkan, apa yang tampak di depan mata saja berani melakukan kebohongan, apalagi yang tidak. Sejak awal, lanjutnya, Gerindra berbicara apa adanya. Jika persiapan menteri untuk duduk di kabinet dikemukakan dinilai sebagai euforia, Desmond mempersilakan saja adanya penilaian itu.
"Politik itu ada yang pintar, ada yang bodoh. Ada yang berkuasa ada yang tidak. Ini sejak awal Gerindra membaca, yang berkuasa seperti menggunakan jurus mabok," kata Desmond mengunci pembicaraan.
(vit/nrl)











































