Usai Dideklarasikan, SBY Relawan Diprotes Panwas
Kamis, 27 Mei 2004 15:56 WIB
Semarang - SBY Relawan bernasib apes. Sebuah organisasi pendukung SBY-Kalla ini diprotes oleh Panwas Pemilu. Alasannya, mendeklarasikan oganisasi itu, mereka dinilai Panwas melakukan kampanye di luar jadwal. Kejadian apes ini terjadi, hanya beberapa menit setelah organisasi itu dideklarasikan. Dua anggota Panwascam Pedurungan Semarang mendatangi acara ini dan memprotesnya. Tak urung pengurus teras SBY Relawan pun mencak-mencak. "Anda lihat sendiri kan, acara kami hanya doa bersama bagi pilpres 2004. Tidak ada penyampaian visi misi atau mengundang publik," tutur salah satu deklarator SBY Relawan Sonny Sendu di Sekretariat SBY Relawan, Jl. Soekarno Hatta Semarang, Kamis (27/05/2004).Sekitar 100-an orang yang hadir, kata Sonny, merupakan undangan, orang-orang tertentu saja, seperti aparat kepolisian, Pemprov, DPRD Jateng, dan interen SBY Relawan. "Tak ada satu pun masyarakat yang kami undang selain mereka," terang Sonny yang sempat berdebat dengan 2 orang anggota Panwascam tersebut.Rupanya dua anggota Panwascam Pedurungan, Edi Widiono dan Heny Widodo, tak ambil peduli. Mereka tetap bersikeras yang dilakukan SBY Relawan termasuk dalam kategori kampanye di luar jadwal. Untuk itu, Edi dan Heny 'menyikat' spanduk dan poster berlogo SBY yang dipasang dalam acara deklarasi tersebut."Kita hanya sekadar menjalankan tugas dengan mengacu pada aturan kampanye pilpres. Soal benar atau tidak dugaan adanya kampanye di luar jadwal, hal itu bisa diproses lebih lanjut dan dibuktikan," kata Edi Widiono.Ketua SBY Relawan Jateng Surjokotjo terkesan lebih santai dalam menghadapi protes dua anggota Panwascam itu. Dengan kalem, ia mengucapkan terima kasih karena Panwas telah melakukan tugas dengan baik. "Oke, saya menghormati tugas Anda. Silakan kalau acara kami dianggap kampanye di luar jadwal. Tapi yang jelas, kami merasa tidak ada satu pun unsur yang mengarah pada kegiatan kampanye," kata Kotjo sambil menyerahkan poster bergambar SBY kepada dua orang anggota Panwascam.Edi dan Heny mencopot lima spanduk dan satu poster sebagai bukti dugaan adanya kampanye di luar jadwal. Ke-5 poster tersebut bertuliskan "(S)emua (B)ilang (Y)a" dan dibawahnya bertuliskan "Susilo Bambang Yudhoyono Presiden". Sedangkan, posternya hanya bergambar SBY.Acara deklarasi dan doa bersama SBY Relawan dihadiri beberapa tokoh Jateng. Misalnya, Ketua DPRD Jateng Mardijo, Fraksi Golkar DPRD Jateng Soeyatno H, GM FKPPI Semarang Soedarmanto, dan lain sebagainya. Mereka semua didaulat menandatangani kain putih yang di atasnya bertuliskan "Untuk Indonesia yang Lebih Baik".Aksi protes dua anggota Panwascam Pedurungan itu sempat membuat ramai peserta. Karenanya, untuk menghindari kerumunan, dua orang anggota Panwasca dengan didampingi satu polisi diajak masuk ke ruang dalam. Di sana, mereka berdebat dengan pengurus SBY Relawan.
(asy/)











































