Para dokter mengatakan, 80 orang terluka dalam insiden penembakan tersebut. Empat orang di antaranya dalam kondisi kritis. Namun akhirnya salah seorang dari keempat korban kritis itu tak bisa bertahan hidup.
Demikian disampaikan seorang pejabat rumah sakit seperti diberitakan kantor berita Reuters, Rabu (9/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita pemerintah Yaman, Saba menuding para pelaku penembakan adalah kelompok bersenjata yang terkait dengan seorang pemimpin suku. Menurut Saba, tiga polisi juga terluka dalam kejadian itu. Kepolisian saat ini tengah mencari para pria bersenjata itu untuk dibawa ke pengadilan.
Sejauh ini hampir 30 orang telah tewas selama aksi demo besar-besaran di Yaman. Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang telah berkuasa selama 32 tahun.
Pemerintahan Saleh telah membuat sejumlah konsesi untuk meredakan aksi demo namun sejauh ini upaya itu belum berhasil untuk menghentikan meluasnya demonstrasi.
(ita/nrl)











































