Banyak Jenderal Masuk Tim Kampanye, Militeristik Menguat
Kamis, 27 Mei 2004 15:36 WIB
Jakarta - Pengamat politik CSIS Kusnanto Anggoro memastikan dengan banyaknya jenderal purnawirawan yang menjadi tim kampanye calon presiden maka pemahaman, pemikiran, dan konsepsi yang militeristik akan semakin kuat dalam perpolitikan Indonesia."Saya tidak khawatir apakah TNI itu akan berpolitik atau tidak berpolitik. Tapi saya lebih khawatir kalau konsepsionalisasi tentang sesuatu itu menjadi militeristik. Siapa pun juga yang merumuskan itu, sipil maupun militer. Itu berbahaya bagi hak-hak sipil," katanya.Kusnanto, yang ditemui wartawan usai menjadi pembicara dalam diskusi tentang masa depan Aceh pasca penurunan status darurat militer ke darurat sipil di Hotel Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (27/5/2004), menyatakan siapa pun yang akan tampil sebagai presiden pikiran-pikiran militeristik harus dihindari. "Sampai sekarang militeristik sebenarnya belum hilang dari kehidupan bangsa Indonesia. Dan bisa jadi akan diperkuat lagi. TNI meski pun tidak berpolitik masih bisa mempengaruhi dalam proses kehidupan sehari-hari. Ini kan lebih berbahaya," demikian Kusnanto Anggoro.
(gtp/)











































